Percayalah Pada Bakat dan Minatmu Sendiri

Raihlah cita-citamu setinggi langit, jangan putus asa karena kegagalan. Kegagalan adalah salah satu dari beberapa kunci kesuksesan seseorang. Dari kegagalan kita belajar bangkit dan dari kegagalan kita belajar maju mewujudkan cita-cita kita. SEMANGAT..!!! Kita pasti BISAAA...!!

Percaya Bahwa Kita Bisa Sukses Menghadapi SBMPTN

Raihlah cita-citamu setinggi langit, jangan putus asa karena kegagalan. Kegagalan adalah salah satu dari beberapa kunci kesuksesan seseorang. Dari kegagalan kita belajar bangkit dan dari kegagalan kita belajar maju mewujudkan cita-cita kita. SEMANGAT..!!! Kita pasti BISAAA...!!

Jangan Termakan Gengsi Karena Universitas Favorit

Raihlah cita-citamu setinggi langit, jangan putus asa karena kegagalan. Kegagalan adalah salah satu dari beberapa kunci kesuksesan seseorang. Dari kegagalan kita belajar bangkit dan dari kegagalan kita belajar maju mewujudkan cita-cita kita. SEMANGAT..!!! Kita pasti BISAAA...!!

Kegagalan adalah Salah Satu Kesuksesan Yang Tertunda

Raihlah cita-citamu setinggi langit, jangan putus asa karena kegagalan. Kegagalan adalah salah satu dari beberapa kunci kesuksesan seseorang. Dari kegagalan kita belajar bangkit dan dari kegagalan kita belajar maju mewujudkan cita-cita kita. SEMANGAT..!!! Kita pasti BISAAA...!!

Semangat Belajar dan Jangan Lupa Berdo'a

Raihlah cita-citamu setinggi langit, jangan putus asa karena kegagalan. Kegagalan adalah salah satu dari beberapa kunci kesuksesan seseorang. Dari kegagalan kita belajar bangkit dan dari kegagalan kita belajar maju mewujudkan cita-cita kita. SEMANGAT..!!! Kita pasti BISAAA...!!

Pendaftar SNMPTN Undip capai 56.832 orang

Jumlah pendaftar Universitas Diponegoro Semarang melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi pada 2014 mencapai sebanyak 56.832 orang. "Total pendaftar Undip lewat jalur SNMPTN tahun ini mencapai 56.832 orang terbagi atas pilihan I dan pilihan II," kata Pembantu Rektor I Undip Hertanto Wahyu S di Semarang, Selasa.

Hingga batas akhir pendaftaran SNMPTN pada 31 Maret 2014, ia menyebutkan pendaftar pilihan I Undip mencapai sebanyak 31.018 orang, sementara pendaftar pilihan II sebanyak 25.814 orang.

Menurut dia, jumlah pendaftar pada tahun ini melalui jalur SNMPTN memang mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, mengingat jumlah pendaftar SNMPTN tahun lalu sekitar 53 ribu orang. "Undip pada tahun ini menyediakan sebanyak 47 program studi, terdiri atas 32 program ilmu pengetahuan alam (IPA) atau eksakta dan 15 program studi ilmu pengetahuan sosial (IPS)," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, tingkat persaingan pendaftar untuk masuk ke Undip melalui SNMPTN memang kian ketat, terutama di program studi favorit, seperti kedokteran, akuntansi, dan manajemen. Meski demikian, ia mengatakan pendaftar yang tidak diterima lewat SNMPTN bisa mencoba jalur berikutnya, yakni seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri. Berkaitan dengan aturan SNMPTN yang membatasi difabel untuk mendaftar, Hertanto menegaskan Undip tidak membatasi akses seluruh warga negara untuk belajar di Undip, termasuk bagi kaum difabel.

Namun, kata dia, memang ada beberapa prodi yang menetapkan aturan untuk tingkat disabilitas tertentu, seperti kedokteran yang tidak memperbolehkan pendaftar buta warna karena berkaitan dengan profesi. "Itu masing-masing prodi yang sudah dipertimbangkan matang berkaitan dengan potensi menyelesaikan studi dan kelanjutan profesinya nanti. Jadi, tidak kemudian semua anak difabel dibatasi," katanya.

Bahkan, kata dia, tidak ada satu pun prodi di Undip yang menetapkan persyaratan pembatasan bagi penyandang tunadaksa, atau dengan kata lain penyandang tunadaksa boleh mendaftar di seluruh prodi. "Ini bukti kalau Undip merupakan kampus yang peduli. Kami tidak membeda-bedakan calon mahasiswa. Semuanya memiliki hak untuk berkuliah di jurusan yang diinginkannya di Undip," kata Hertanto.

2 Hal yang perlu di perhatikan untuk lulus SNMPTN

Dalam penyelenggaraan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), ada 2 hal utama yang menjadi pertimbangan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam memilih kandidat untuk menjadi mahasiswa baru. Ketua Panitia Pelaksanaan SNMPTN Ganjar Kurnia mengatakan, kedua hal penting tersebut yakni pertama, rekam jejak sekolah dan prestasi siswa sekolah tersebut. "Istilahnya indeks prestasi sekolah dan indeks prestasi siswa," ujar Ganjar di Pecenongan, Jakarta, Sabtu (15/2/2014).

Dia menjelaskan, hal-hal yang akan diperhatikan adalah akreditasi sekolah, berapa siswa sekolah tersebut yang diterima di PTN, dan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) para alumni sekolah tersebut. "Jadi nanti dilihat kakak-kakak kelasnya banyak nggak yang diterima di PTN.

IPK alumni-alumninya juga dilihat. Sama akreditasi juga," jelas Ganjar. Setelah prestasi sekolah, PTN kemudian melihat prestasi para siswa sekolah tersebut, seperti nilai rapor dan prestasi di luar akademis, misalnya juara lomba kesenian. "Prestasi para siswanya baru habis itu dilihat. Nilai rapornya dilihat. Kalau ada prestasi lainnya di luar akademis juga menjadi pertimbangan," tambah Rektor Universitas Padjajaran itu.

Meski demikian, Ganjar tidak menutupi jika nanti akan ada hal-hal lain yang bisa menjadi pertimbangan PTN-PTN dalam memilih calon mahasiswanya. "Semua itu kan kewenangan rektor masing-masing PTN, jadi mungkin saja ada tambahan variabel. Itu juga tergantung dari program studi yang diambil siswa," ungkapnya. "Misalnya, Fakultas Kedokteran maunya menerima mahasiswa yang nilai UN-nya tinggi di mata pelajaran eksakta. Atau kalau Prodi Sastra Sunda misalnya, kalau saya maunya menerima siswa yang nilai UN Bahasa Inggrisnya bagus. Itu semua kewenangan masing-masing PTN," contoh dia.

Pendaftaran SNMPTN akan dibuka pada 17 Februari-31 Maret 2014. Sebelum mengikuti seleksi masuk, sekolah-sekolah harus memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengisikan data sekolah dan prestasi siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Untuk panduan pendaftarannya silahkan klik dini.

 Bagikan ketemen2 supaya bisa saling menginfokan.

By: Informasi snmptn dan sbmptn

SNMPTN UNDIP Tak Kenal Bangku Cadangan

Jalur Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), tidak pernah mengenal istilah bangku cadangan. Jadi, bila kemudian terdapat kursi yang tidak terisi mahasiswa, panitia sama sekali tidak mempertimbangkan mengganti posisinya dengan calon cadangan.

Penegasan itu, dikemukakan Rektor Undip Prof Sudharto PH MES PhD. ''Berbeda dengan penjaringan atau seleksi umumnya, SNMPTN tidak mengenal cadangan. Jadi, sekali posisi dalam prodi yang diambil tidak terisi akan tetap dikosongkan,'' tutur mantan Deputi Menteri Lingkungan Hidup itu. Kondisi ini menjadikan Rektor meminta calon mahasiswa benar-benar cermat menentukan program studi pilihan.

Banyak contoh, kekosongan kursi diakibatkan ketidakcermatan memilih program studi. Beberapa mahasiswa kemudian enggan mendaftar ulang lantaran merasa tidak cocok dengan program pilihan mereka sendiri. Padahal saat itu namanya sudah resmi tercatat sebagai calon mahasiswa yang lolos seleksi SNMPTN. Ini, yang kemudian dinilai menyia-nyiakan kesempatan dan merugikan peluang calon mahasiswa lain. ''Kalau sudah muncul kasus seperti ini banyak yang akhirnya dirugikan.

Tak hanya PTN yang kursinya kosong tapi juga menyia-nyiakan kesempatan yang seharusnya bisa diisi orang lain,'' ungkap dia. Undip menyarankan siswa benar-benar mencermati program studi pilihan mereka. Jangan sampai kemudian sudah diterima malah mengundurkan diri membuat bangku kuliah kosong. Rektor pun mengemukakan peluang lulusan SLTA, sangat besar mengikuti jalur tes masuk undangan ini. Pemerintah bahkan memberlakukan kuota mencapai 50 persen dari keseluruhan total kebutuhan PTN akan mahasiswa.

Sisanya 50 persen lain akan dipenuhi melalui jalur masuk SBMPTN dan UM. Ketentuan itu juga bagian dari perhatian negara atas jerih payah pembelajaran di SMA, SMK, dan MA. Meski demikian, Undip menerapkan seleksi ketat dalam pelaksanaannya mengingat SNMPTN mengandalkan penilaian prestasi berdasarkan rapor siswa. Seleksi mempertimbangkan portofolio sekolah bersangkutan.

Selebihnya juga dipertimbangkan akreditasi dan prestasi yang diraih sekolah, selain nilai rapor yang didapatkan siswa.

SNMPTN 2014 hanya dapat di ikuti oleh lulusan 2014

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) hanya untuk siswa atau calon mahasiswa yang sedang duduk di tingkat terakhir SMA/SMK/MA/MAK tahun akademik 2013/2014 dan mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2014.

Akan tetapi kesempatan tersebut juga diberikan kepada siswa yang sudah melaksanakan UN tahun 2013, khususnya untuk SMK 4 tahun. Hal itu disampaikan Ketua Tim Sosialisasi SNMPTN Unnes, Sucipto Hadi Purnomo, Jumat (7/2).

Dia mengatakan, seleksi ini hanya untuk calon lulusan SMA sederajat tahun 2014 ini. Sedangkan lulusan tahun sebelumnya (2013 dan 2012) bisa mengikuti jalur lain, yakni Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan seleksi mandiri.

"Informasi ini perlu ditegaskan, mengingat sempat beredar informasi di kalangan siswa dan guru bahwa lulusan 2013 bisa mengikuti SNMPTN. Sehingga tentu saja informasi itu tidak benar," ungkapnya saat dihubungi. Menurutnya, memang peserta UN tahun 2013 bisa mengikuti SNMPTN, tetapi mereka saat ini harus sedang duduk di kelas terakhir.

Sebab, ada SMK yang siswanya sudah mengikuti UN 2013 tetapi baru akan lulus tahun 2014 ini. Jadi, ketentuan ini hanya untuk mengakomodasi SMK atau sekolah sejenis yang lama studinya 4 tahun. Pada SNMPTN 2014, seleksi dilakukan berdasarkan pada nilai rapor, hasil UN, dan prestasi lain. Sedangkan, jalur SBMPTN didasarkan pada ujian tulis dan uji keterampilan (untuk yang memilih program studi kelompok seni atau olah raga).

Kepala UPT Humas Unnes itu mengatakan, hingga kini pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDDS) masih dilakukan oleh kepala sekolah sampai 6 Maret 2014 mendatang. PDSS merupakan syarat pokok pendaftaran seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri.

Pendaftaran SNMPTN di laman http://snmptn.ac.id baru akan dibuka 17 Februari- 31 Maret 2014. Selanjutnya proses seleksi 1 April-26 Mei 2014 dan pengumuman hasil seleksi 27 Mei 2014. Adapun pendaftaran ulang bagi yang lulus seleksi 17 Juni 2014, bersamaan dengan uji tulis SBMPTN.

Sekolah Manipulasi Data SNMPTN Bisa Kena Sanksi

Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Fathur Rokhman mengingatkan sekolah yang memanipulasi data nilai siswanya untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) bakal diberi sanksi.

"Kami ingatkan bahwa SNMPTN merupakan bagian dari peningkatan akses dan mutu pendidikan. Karena itu, harus dijaga akuntabilitasnya," kata Penanggung Jawab SNMPTN Panitia Lokal 42 Semarang itu di Semarang, Selasa (7/1).

Ia menegaskan itu di sela sosialisasi SNMPTN 2014 yang diikuti jajaran kepala Dinas Pendidikan dan kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang berlangsung di Dinas Pendidikan Jateng.

Menurut Fathur, penting bagi sekolah untuk menjaga akuntabilitas data nilai siswanya, jika ditemukan upaya rekayasa maka sekolah yang bersangkutan justru rugi sendiri.

"Kalau ada sekolah yang terbukti memanipulasi data rapor siswanya akan dilaporkan ke pusat. Sekolah itu bisa tidak diikutsertakan lagi SNMPTN. Yang paling rugi kan siswanya kalau sampai seperti ini," katanya.
Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh jajaran sekolah untuk bersikap jujur dalam memasukkan data, yakni nilai rapor siswa untuk mengikuti SNMPTN, apalagi sistem pasti mendeteksi jika ada rekayasa atau manipulasi.

Ia menjelaskan indikator yang dijadikan penentu kelulusan SNMPTN tahun ini adalah nilai rapor yang diramu dengan nilai murni ujian nasional (UN), sedikit berbeda dengan sistem penilaian pada SNMPTN tahun lalu.

"Untuk SNMPTN tahun lalu, UN memang sudah diintegrasikan untuk penilaian SNMPTN. Tetapi, sebatas siswa lulus UN atau tidak. Sementara untuk tahun ini, nilai murni UN ikut diolah dengan nilai rapor," katanya.

Masuk daftar hitam, 140 sekolah terancam tak dapat ikuti SNMPTN

Sebanyak 140 sekolah SMA dan sederajat masuk dalam daftar hitam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014.

Pengelenggara pun mengingatkan dan menunggu bentuk klarifikasi dari sekolah yang diduga melakukan kecurangan ini melalui penerapan Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) 2014. "140 (hitungan 2013) Masuk dalam blacklist. Itu mereka harus verivikasi kepada panitia," terang Ketua Umum SNMPTN 2014 Ganjar Kurnia dalam jumpa persnya di Bandung, Sabtu (4/1).

Rata-rata, sekolah yang melakukan kecurangan ditemukan panitia yaitu adanya perbedaan angka antara nilai rapor yang disetorkan ke PDSS dengan aslinya. "Masalahnya ini soal kejujuran. Bagi kami ini adalah hal penting. Kalau enggak jujur bagaimana siswanya yang masuk kuliah," katanya. Sanksi tegas pun dilontarkan Ganjar yang merupakan Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung tersebut.

Di antaranya adalah sekolah yang diduga melakukan kecurangan pada tahun sebelumnya, tapi tidak melakukan klarifikasi tidak akan diikut sertakan dalam SNMPTN tahun berjalan. Panitia akan mengusulkan kepada Disdik untuk memberikan sanksi pemberhentian atau penggantian kepala sekolah. Terakhir ialah siswa yang melakukan kecurangan akan dibatalkan kelulusan SNMPTN-nya.

Sumber : Merdeka.com