Showing posts with label Undip. Show all posts
Showing posts with label Undip. Show all posts
Pendaftar SNMPTN Undip capai 56.832 orang
Jumlah pendaftar Universitas Diponegoro Semarang melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi pada 2014 mencapai sebanyak 56.832 orang.
"Total pendaftar Undip lewat jalur SNMPTN tahun ini mencapai 56.832 orang terbagi atas pilihan I dan pilihan II," kata Pembantu Rektor I Undip Hertanto Wahyu S di Semarang, Selasa.
Hingga batas akhir pendaftaran SNMPTN pada 31 Maret 2014, ia menyebutkan pendaftar pilihan I Undip mencapai sebanyak 31.018 orang, sementara pendaftar pilihan II sebanyak 25.814 orang.
Menurut dia, jumlah pendaftar pada tahun ini melalui jalur SNMPTN memang mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, mengingat jumlah pendaftar SNMPTN tahun lalu sekitar 53 ribu orang.
"Undip pada tahun ini menyediakan sebanyak 47 program studi, terdiri atas 32 program ilmu pengetahuan alam (IPA) atau eksakta dan 15 program studi ilmu pengetahuan sosial (IPS)," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, tingkat persaingan pendaftar untuk masuk ke Undip melalui SNMPTN memang kian ketat, terutama di program studi favorit, seperti kedokteran, akuntansi, dan manajemen.
Meski demikian, ia mengatakan pendaftar yang tidak diterima lewat SNMPTN bisa mencoba jalur berikutnya, yakni seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri.
Berkaitan dengan aturan SNMPTN yang membatasi difabel untuk mendaftar, Hertanto menegaskan Undip tidak membatasi akses seluruh warga negara untuk belajar di Undip, termasuk bagi kaum difabel.
Namun, kata dia, memang ada beberapa prodi yang menetapkan aturan untuk tingkat disabilitas tertentu, seperti kedokteran yang tidak memperbolehkan pendaftar buta warna karena berkaitan dengan profesi.
"Itu masing-masing prodi yang sudah dipertimbangkan matang berkaitan dengan potensi menyelesaikan studi dan kelanjutan profesinya nanti. Jadi, tidak kemudian semua anak difabel dibatasi," katanya.
Bahkan, kata dia, tidak ada satu pun prodi di Undip yang menetapkan persyaratan pembatasan bagi penyandang tunadaksa, atau dengan kata lain penyandang tunadaksa boleh mendaftar di seluruh prodi.
"Ini bukti kalau Undip merupakan kampus yang peduli. Kami tidak membeda-bedakan calon mahasiswa. Semuanya memiliki hak untuk berkuliah di jurusan yang diinginkannya di Undip," kata Hertanto.
4:09 PM
SNMPTN UNDIP Tak Kenal Bangku Cadangan
Jalur Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), tidak pernah mengenal istilah bangku cadangan. Jadi, bila kemudian terdapat kursi yang tidak terisi mahasiswa, panitia sama sekali tidak mempertimbangkan mengganti posisinya dengan calon cadangan.
Penegasan itu, dikemukakan Rektor Undip Prof Sudharto PH MES PhD.
''Berbeda dengan penjaringan atau seleksi umumnya, SNMPTN tidak mengenal cadangan. Jadi, sekali posisi dalam prodi yang diambil tidak terisi akan tetap dikosongkan,'' tutur mantan Deputi Menteri Lingkungan Hidup itu.
Kondisi ini menjadikan Rektor meminta calon mahasiswa benar-benar cermat menentukan program studi pilihan.
Banyak contoh, kekosongan kursi diakibatkan ketidakcermatan memilih program studi. Beberapa mahasiswa kemudian enggan mendaftar ulang lantaran merasa tidak cocok dengan program pilihan mereka sendiri.
Padahal saat itu namanya sudah resmi tercatat sebagai calon mahasiswa yang lolos seleksi SNMPTN. Ini, yang kemudian dinilai menyia-nyiakan kesempatan dan merugikan peluang calon mahasiswa lain. ''Kalau sudah muncul kasus seperti ini banyak yang akhirnya dirugikan.
Tak hanya PTN yang kursinya kosong tapi juga menyia-nyiakan kesempatan yang seharusnya bisa diisi orang lain,'' ungkap dia.
Undip menyarankan siswa benar-benar mencermati program studi pilihan mereka. Jangan sampai kemudian sudah diterima malah mengundurkan diri membuat bangku kuliah kosong.
Rektor pun mengemukakan peluang lulusan SLTA, sangat besar mengikuti jalur tes masuk undangan ini. Pemerintah bahkan memberlakukan kuota mencapai 50 persen dari keseluruhan total kebutuhan PTN akan mahasiswa.
Sisanya 50 persen lain akan dipenuhi melalui jalur masuk SBMPTN dan UM.
Ketentuan itu juga bagian dari perhatian negara atas jerih payah pembelajaran di SMA, SMK, dan MA. Meski demikian, Undip menerapkan seleksi ketat dalam pelaksanaannya mengingat SNMPTN mengandalkan penilaian prestasi berdasarkan rapor siswa.
Seleksi mempertimbangkan portofolio sekolah bersangkutan.
Selebihnya juga dipertimbangkan akreditasi dan prestasi yang diraih sekolah, selain nilai rapor yang didapatkan siswa.
10:59 PM
Subscribe to:
Posts (RSS)




